Bagi mahasiswa yang baru saja lulus, memasuki dunia pekerjaan merupakan hal yang sangat mengesankan karena telah memiliki penghasilan sendiri. Namun terkadang penghasilan tersebut menjadi tidak bermanfaat karena kurangnya pengetahuan bagaimana mengelola keuangan yang baik.
Head Of Operation and Business Development PT. Panin Asset Management Rudiyanto memiliki skema pembagian porsi pengeluaran yang terbilang paling pas bagi pekerja baru. Porsi pengeluaran bukan hanya seimbang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tapi juga untuk investasi jangka panjang.
"Kalau untuk baru bekerja biasanya gaji mengikuti UMR untuk Jakarta Rp3,1 juta. Tapi porsi pembagian pengeluaran ini bukan berdasarkan jumlah pemasukannya. Ini bisa diterapkan berapa pun gaji yang didapatkan," kata Rudi di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (1/4/2016).
Rudi mengatakan berapa pun pemasukan yang didapat pastikan untuk menyisihkan 10 persen untuk kebaikan. Baik itu zakat maupun diberikan kepada orang tua untuk sekedar membantu biaya pengeluaran di rumah. Lalu 20 persen dari pendapatan digunakan untuk dana darurat, investasi dan asuransi. Rudi menyebut porsi pengeluaran tersebut sebagai dana masa depan
"Kalau gaji kita Rp5 juta ya Rp1 juta kita tempatkan di situ. Kita harus siapkan dana untuk masa depan kita, bisa dahulukan asuransi kemudian investasi, seperti reksa dana," imbuhnya.
Kemudian sekitar 30 persen digunakan untuk mencicil sesuatu yang bersifat produktif, seperti rumah. Namun harus dipastikan biaya cicilan tersebut tidak untuk kebutuhan konsumtif, sehingga sebisa mungkin hindari penggunaan kartu kredit untuk hal yang tidak bermanfaat.
Sementara 40 persen sisanya baru digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti makan dan ongkos transportasi. "Mencicil rumah itu tidak apa-apa. Karena nantinya kita akan memiliki aset. Jangan yang bersifat konsumtif," jelasnya.